Fungsi Pantyliner, Berguna Tapi Jangan Dipakai Setiap Hari

Fungsi Pantyliner, Berguna Tapi Jangan Dipakai Setiap Hari

Terlihat mirip, fungsi pantyliner ternyata banyak disamakan dengan pembalut biasanya. Tetapi jika dilihat ukuran pantyliner ternyata jauh lebih kecil dengan daya serap dan tampung cenderung lebih rendah. Walaupun sama-sama digunakan buat melindungi daerah kewanitaan, tetapi keduanya mempunyai fungsi berbeda-beda dimana lebih spesifik.

Kedua produk diatas digunakan untuk menyerap cair dimana keluar dari vagina. Pembalut akan lebih focus pada penyerapan darah menstruasi. Sedangkan untuk pantyliner akan lebih focus terhadap cairan keputihan. Tetapi penggunaannya bisa juga digunakan ketika menstruasi hari terakhir ataupun keluar flek.

Fungsi Pantyliner Yang Wajib Diketahui

Walaupun mempunyai fungsi sama-sama penting dengan pembalut, tetapi para wanita tidak disarankan menggunakannya setiap hari. Namun ada beberapa kondisi dimana wanita disarankan buat menggunakan produk satu ini untuk menjaga daerah kewanitaan agar lebih aman, berikut ini beberapa fungsi pantyliner tersebut.

  1. Mengalami Keputihan Dalam Jumlah Banyak

Menggunakan pantyliner ketika sedang keputihan banyak adalah waktu paling tepat buat menggunakan produk kewanitaan satu ini. Cairan keputihan yang menempel pada celana tentu akan membuat anda merasa tidak nyaman bahkan aktivitas sehari-hari bisa terganggu bukan?

Keputihan sendiri merupakan cairan dimana terdiri dari sel vagina yang luruh. Pada dasarnya, vagina memang akan mengeluarkan cairan secara alami. Dan keputihan bisa menjadi tanda bahwa tubuh tengah membersihkan maupun mengganti sel lama dengan yang baru.

Produksinya akan lebih banyak ketika seorang wanita sedang mengalami masa subuh. Nah, demi memberikan kenyamanan agar cairan tersebut tidak menempel, maka penggunaan pantyliner adalah solusi paling tepat.

  1. Sebelum dan Sesudah Menstruasi

Adapun fungsi Pantyliner berikutnya bisa digunakan sebelum maupun sesudah menstruasi. Sebab biasanya beberapa hari sebelum ataupun sesudah menstruasi, vagina akan mengeluarkan flek dengan warna kecoklatan.

Flek tersebut bisa menjadi tanda apabila menstruasi akan datang ataupun telah selesai dan berlangsung selama bertahap. Daripada menggunakan pembalut dengan daya tampung dan ukuran besar, maka lebih baik menggunakan pantyliner sebagai penggantinya.

  1. Ketika Mengalami Inkontinensia Urine

Kondisi inkontinensia urine merupakan kondisi dimana tubuh kesulitan buat mengontrol keinginan buang air kecil. Jika anda sedang mengalami kondisi masalah kesehatan satu ini, maka pantyliner bisa digunakan terutama ketika harus berpergian tanpa perlu khawatir akan mengompol.

Sebab produk ini bisa mencegah adanya keluarnya urine yang tidak tertahankan. Sehingga urine yang keluar tidak akan langsung membasahi celana dalam tetapi langsung diserap oleh produk satu ini.

Jangan Digunakan Setiap Hari

Walaupun mempunyai fungsi cukup bagus tetapi produk ini tidak disarankan digunakan secara rutin dalam waktu yang lama. Itulah mengapa pentingnya memperhatikan waktu tepat buat penggunaannya sebab cara kerja produk tersebut tidak bisa digunakan selama seharian.

Agar lebih aman dan nyaman, cobalah menggunakannya paling tidak setiap 4 jam sekali. Usahakan menggunakan celana dalam dengan bahan katun. Tujuannya adalah agar aliran darah di area kewanitaan bisa tetap terjaga sehingga bisa mencegah vagina berkeringat dan menjadi lembab. Penggunaan secara berlebih bisa menyebabkan iritasi pada vagina hingga terjadinya infeksi.

Apabila anda mengalami masalah seperti keputihan ataupun muncul flek dalam waktu lama setelah menstruasi, anda jangan menggunakan pantyliner tetapi lakukan pemeriksaan pada dokter untuk mengetahui bagaimana cara pengobatannya. Demikian fungsi pantyliner yang wajib buat diketahui dan pastikan memilih produk berkualitas dari charmgirstalk.com.

About the author